“Hadirkan Sensitivitas untuk Mengubah Alur Kompetisi kita di bulan Ramadhan”

Dari sekian banyak cara yang dapat mensukseskan bulan Ramadhan kita, seringkali perihal menghadirkan rasa itu tidak menjadi fokus utama. Padahal dengan menghadirkan rasa bahwa ini “Ramadhan terakhir saya” itu bisa mengubah alur kompetisi kita di bulan Ramadhan kita kali ini.

Salah seorang ulama pernah berkata,

‎كثرة المساس تميت الإحساس

“Banyaknya bertemu dan berinteraksi itu dapat membunuh rasa dan sensitivitas.”

Ya shalihaat, jangan sampai karena begitu seringnya kita bertemu dengan bulan Ramadhan, sensitivitas itu hilang dari dalam diri kita; perasaan kita hambar, tidak berbahagia lagi saat bulan Ramadhan datang, dan merasa tidak ada yang perlu diisitimewakan di bulan Ramadhan ini.

Nabi kita shallallaahu’alaihi wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadits,

‎إذا قُمْتَ في صلاتِكَ، فصَلِّ صلاةَ مُودِّعٍ

“Jika kamu mendirikan shalat, maka shalatlah seakan-akan ini shalat terakhirmu!”

Ya shalihaat… lihat, bagaimana Nabi kita mengajak kita untuk menghadirkan rasa dalam beramal bahwa ini adalah amalan terakhir yang bisa kita kerjakan. Shalat kita, tilawah kita, puasa kita, tarawih kita jangan hanya sekadar dijadikan rutinitas belaka.

Hadirkan sensitivitas, kesungguhan kita dalam beramal sehingga kita bisa berletih-letih untuk menomorsatukan akhirat di bulan Ramadhan ini, sebuah momentum dimana Allah mengampuni dosa-dosa sebagian hamba-Nya, tapi juga Allah mencelakakan sebagian hamba-Nya yang lain dikarenakan kelalaian mereka.

Kita juga harus tahu sampel-sampel para ulama salaf terdahulu yang mereka totalitas beramal di bulan Ramadhan, Kita juga harus tahu ada banyak orang di sekitar kita saat ini yang mereka totalitas beramal di bulan Ramadhan ini,

Buka mata hati kita ya shalihaat, 

Di antara kita di hari ini ada yang sudah mengkhatamkan Al-Qur’annya,

Di antara kita di hari ini ada yang belum bolong Qiyamul Lailnya,

Di antara kita di hari ini ada yang belum bolong sedekahnya,

Ada yang menangis tersedu-sedu setiap kali mentadabburi ayat di saat yang lain sedang asyik bercanda,

Ada juga yang bergegas mengambil wudhu, memperbagus wudhunya, padahal adzan belum berkumandang

Belum lagi para ahlul asrar (orang-orang yang gemar menyembunyikan amal kebaikannya) sedang gencar mengejar pahala. Ini untuk memberikan gambaran bahwa ada banyak kompetitor kita di bulan Ramadhan ini. Hadirkan rasa bahwa ini “Ramadhan terakhir saya”. Karena sensitivas itu bisa mengubah alur kompetisi kita di bulan Ramadhan tahun ini.

RESUME KAJIAN MENJELANG BERBUKA

Waktu : Selasa, 6 Ramadhan 1444 H

Pemateri : Ustadzah Annisa Fitriani Burhan, S.Pd

Judul : “Hadirkan Sensitivitas untuk Mengubah Alur Kompetisi kita di bulan Ramadhan”

Silakan like dan share jika postingan ini bermanfaat, jangan lupa sebarkan untuk sahabat muslim lainnya dimanapun berada.

Facebook
Twitter
WhatsApp